Penjelasan Zakat

Zakat

Zakat merupakan kewajiban untuk mengeluarkan harta yang khusus, dengan syarat-syarat khusus sesuai syariat.
Perintah menunaikan zakat :
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah : 43)

Zakat Profesi

Zakat profesi atau zakat penghasilan merupakan zakat yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendpatan/penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Menurut fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), seperti dikutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), penghasilan dalam konteks ini merujuk pada setiap pendapatan. Bentuknya bisa beraneka rupa seperti gaji, honor, upah, jasa, dan lainnya yang didapatkan dengan cara yang halal.

Zakat Maal

Zakat Maal adalah zakat yang dikeluarkan atas harta atau segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan (dimanfaatkan) sebagaimana lazimnya seperti rumah, hasil pertanian, emas dan perak, dan harta lainnya.

Syarat zakat maal adalah:

  1. Dimiliki sepenuhnya
  2. Dapat berkembang/memiliki keuntungan tambahan
  3. Mencapai nisab dan haul
  4. Melebihi kebutuhan pokok
  5. Tidak berhutang

Kategori Zakat Maal:

  1. Harta perniagaan, uang, investasi, dan surat berharga
  2. Pertanian, peternakan dan perikanan
  3. Emas, perak dan logam mulia lainnya
  4. Pertambangan, perindustrian
  5. Rikaz (barang temuan)

Nishab dan Haul

Nishab merupakan batasan antara apakah harta kekayaan wajib dizakatkan atau tidak. Jika kekayaan yang dimiliki sudah mecapai nishab maka wajib zakat. Namun jika belum mencapai nishab, maka tidak wajib zakat.

Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas sedangkan untuk zakat maal sesuai dengan kategori hartanya.

Haul berasal dari bahasa Arab merupakan bentuk tunggal kata ‘ahwalun‘ ataupun ‘hu’ulun‘ yang juga semakna dengan kata ‘assanah‘ yang diartikan dengan “satu tahun”. Sama halnya dengan nishab, syarat haul juga bisa berbeda-beda tergantung jenis harta yang dimiliki. Adapun untuk harta yang belum mencapai haul tidak termasuk wajib zakat.

Butuh bantuan seputar Zakat?